El John Media Logo
BerandaBeritaRumah Tak Lagi Layak Huni, PULIH dan Sejumlah Mitra Hadirkan Harapan Baru untuk Umuhimah

Rumah Tak Lagi Layak Huni, PULIH dan Sejumlah Mitra Hadirkan Harapan Baru untuk Umuhimah

S
Sigit Purnomo
21 September 2026
3 menit baca
9 pembaca
Rumah Tak Lagi Layak Huni, PULIH dan Sejumlah Mitra  Hadirkan Harapan Baru untuk Umuhimah
Bagikan:

El John News, Tangerang - Harapan untuk memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman dalam waktu yang tidak lama akan  dirasakan Umuhimah, warga Kampung Guha, Desa Lembangsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten.

Rumah Umuhimah yang sebelumnya mengalami kerusakan parah kini mulai dibangun kembali melalui program pemulihan dan bedah rumah yang digagas Peduli Lingkungan dan Hunian (PULIH).

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi PULIH bersama Habitat For Humanity Indonesia, Yayasan Synergy Bangun Indonesia, serta Yayasan Duta Indonesia Maju.

Pembangunan rumah berlangsung di Jl. Desa Lembangsari, Perumahan Arroyan 1, Kampung Guha, RT 03/RW 02, Desa Lembangsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang.

Dimulainya pembangunan ditandai dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pihak-pihak yang terlibat, peletakan batu pertama, serta pemotongan tumpeng.

Peletakan batu pertama dilakukan bersama oleh perwakilan PULIH, Habitat For Humanity Indonesia, dan Umuhimah sebagai penerima manfaat. Kegiatan tersebut turut disaksikan pengurus RT dan RW serta tokoh masyarakat setempat.

Rumah Rusak, Keluarga Umuhimah Bertahan dalam Keterbatasan

Sebelum mendapatkan bantuan, kondisi rumah Umuhimah terbilang tidak layak huni karena mengalami kerusakan yang cukup hebat. Hunian tersebut tidak lagi mampu memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi keluarga.

Kondisi keluarga juga semakin berat karena suami Umuhimah sedang sakit sehingga tidak dapat bekerja. Keterbatasan ekonomi membuat keluarga tersebut tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk memperbaiki rumah secara mandiri.

Untuk tetap menjalankan aktivitas sehari-hari, Umuhimah sementara menggunakan tenda terpal sederhana sebagai tempat memasak. Sementara untuk beristirahat, ia bersama keluarganya menempati sebuah kantor pemasaran perumahan yang berada tidak jauh dari lokasi rumah.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pelaksanaan program bedah rumah bagi keluarga Umuhimah.

Pembangunan rumah diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga mengembalikan rasa aman dan kenyamanan bagi keluarga penerima manfaat.

PULIH Gandeng Habitat untuk Tentukan Rumah Penerima Bantuan

Ketua PULIH Lusiana Oey mengatakan proses penentuan rumah penerima program dilakukan melalui kerja sama dengan Habitat For Humanity Indonesia. Habitat berperan dalam melakukan identifikasi berdasarkan kondisi rumah dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Untuk menentukan rumah mana yang harus dipulihkan dan dibedah serta dibangun, PULIH bekerja sama dengan Habitat. Jadi, Habitat yang menentukan rumahnya,” ujar Lusiana.

Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembangunan rumah Umuhimah. PULIH berharap kerja sama dapat terus diperluas sehingga lebih banyak masyarakat yang membutuhkan hunian layak dapat memperoleh bantuan.

“Kami berharap kerja sama dengan Habitat terus berlanjut demi membantu warga masyarakat yang membutuhkan bantuan, terutama dalam penyediaan rumah yang layak,” tambahnya.

Lusiana menilai persoalan hunian yang aman dan layak masih menjadi kebutuhan penting bagi sebagian masyarakat. Karena itu, sinergi antara organisasi sosial, lembaga kemanusiaan, yayasan, serta berbagai pihak lainnya diperlukan agar jangkauan bantuan dapat semakin luas.

Habitat Harap Kolaborasi Berlanjut ke Program Berikutnya

Project Coordinator Rajeg dan Mauk Habitat For Humanity Indonesia Boni Sagi menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan PULIH dalam pembangunan rumah Umuhimah.

Menurut Boni, program tersebut menjadi kerja sama pertama antara Habitat For Humanity Indonesia dan PULIH. Ia berharap kolaborasi dapat terus berlanjut dan tidak berhenti pada satu rumah.

“Kami merasa bahagia bisa bekerja sama dengan PULIH untuk yang pertama kali. Mudah-mudahan kerja sama ini bisa terus berlanjut,” ungkap Boni.

Sementara itu, salah satu pendiri PULIH Mega, mengungkapkan bahwa realisasi pembangunan rumah Umuhimah melalui proses yang cukup panjang.

Berbagai komunikasi dan koordinasi dilakukan hingga akhirnya kolaborasi dengan Habitat For Humanity Indonesia dapat diwujudkan dalam bentuk pembangunan rumah.

Menurut Mega, kerja sama antarlembaga menjadi bagian penting untuk menghadirkan bantuan secara nyata kepada masyarakat yang membutuhkan.

Setelah melalui proses tersebut, program akhirnya memasuki tahap peletakan batu pertama sebagai penanda dimulainya pembangunan rumah Umuhimah.

Rumah Baru Jadi Harapan untuk Keluarga Umuhimah

Bagi Umuhimah, dimulainya pembangunan rumah menjadi kabar yang membawa kebahagiaan sekaligus harapan baru bagi keluarganya.

Kerusakan rumah, keterbatasan ekonomi, serta kondisi suami yang sedang sakit selama ini menjadi tantangan berat bagi keluarga tersebut. Kini, pembangunan rumah baru membuka harapan agar mereka dapat kembali memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.

Umuhimah juga menyampaikan terima kasih kepada PULIH, Habitat For Humanity Indonesia, Yayasan Synergy Bangun Indonesia, Yayasan Duta Indonesia Maju, serta seluruh pihak yang telah memberikan bantuan kepada keluarganya.

Ia berharap pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai sehingga rumah tersebut nantinya dapat menjadi tempat tinggal yang layak bagi keluarganya.

Peletakan batu pertama dan pemotongan tumpeng menjadi awal perjalanan pembangunan rumah tersebut. Bagi keluarga Umuhimah, pembangunan ini bukan sekadar memperbaiki bangunan yang rusak, melainkan juga menghadirkan kembali harapan setelah sebelumnya harus menjalani kehidupan dengan kondisi tempat tinggal yang sangat terbatas.

Dukungan pengurus RT dan RW serta tokoh masyarakat turut memperkuat semangat gotong royong dalam proses pembangunan.

Melalui kolaborasi PULIH, Habitat For Humanity Indonesia, Yayasan Synergy Bangun Indonesia, dan Yayasan Duta Indonesia Maju, program bedah rumah ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menjadi bagian dari upaya membantu lebih banyak keluarga memperoleh hunian yang layak, aman, dan nyaman.

Ads
S

Penulis

Sigit Purnomo

Tim redaksi El John Media yang berfokus pada liputan pariwisata, bisnis, dan gaya hidup Indonesia.