El John Media Logo
BerandaBeritaMenhub dan Menaker Bahas WFA, Strategi Urai Kepadatan Nataru 2026/2027

Menhub dan Menaker Bahas WFA, Strategi Urai Kepadatan Nataru 2026/2027

S
Sigit Purnomo
6 November 2026
3 menit baca
10 pembaca
Menhub dan Menaker Bahas WFA, Strategi Urai Kepadatan Nataru 2026/2027
Bagikan:

El John News, Jakarta - Pemerintah mulai mematangkan strategi untuk menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Salah satu langkah yang disiapkan Kementerian Perhubungan adalah mengusulkan penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada tanggal-tanggal tertentu guna mengurai kepadatan perjalanan.

Persiapan tersebut menjadi salah satu agenda pembahasan dalam pertemuan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dengan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Jakarta, Kamis (5/11/2026). Kedua kementerian juga membicarakan penguatan kolaborasi untuk meningkatkan keselamatan transportasi.

Menhub Dudy mengatakan, koordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan diperlukan karena rencana penerapan WFA berkaitan langsung dengan pengaturan aktivitas dan mobilitas pekerja selama periode libur akhir tahun.

"Kami berdiskusi beberapa hal khususnya terkait dengan kesiapan Nataru 2026/2027 dan berkaitan dengan work from anywhere (WFA). Karena ini terkait dengan ketenagakerjaan, kami merasa perlu berdiskusi dengan beliau," tutur Menhub Dudy.

Menurut Dudy, usulan WFA pada hari-hari tertentu di sekitar periode libur Nataru diharapkan dapat membantu mendistribusikan pergerakan masyarakat. Dengan pengaturan tersebut, kepadatan perjalanan yang biasanya terkonsentrasi pada waktu tertentu diharapkan dapat dikurangi.

Selain membahas rencana WFA, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi pelaksanaan angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Hasil evaluasi itu akan menjadi bahan pertimbangan dalam memperbaiki penyelenggaraan transportasi pada periode libur akhir tahun mendatang.

Tidak hanya berfokus pada kelancaran perjalanan, kedua menteri turut menyoroti pentingnya peningkatan keselamatan transportasi. Kementerian Perhubungan menilai upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk melalui penyelarasan program dan kampanye keselamatan bersama Kementerian Ketenagakerjaan.

Dudy menegaskan, penguatan edukasi keselamatan perlu dilakukan secara terkoordinasi agar upaya pencegahan kecelakaan dapat berjalan lebih efektif. Langkah tersebut juga harus didukung kebijakan yang tepat serta pengawasan secara langsung di lapangan.

"Kampanye keselamatan perlu kami sinergikan antara Kementerian Perhubungan dengan Kementerian Ketenagakerjaan. Alhamdulillah diskusi cukup baik dan saya senang sekali kegiatan ini terus kita tingkatkan dengan sinergi dua kementerian yang berlangsung baik," imbuh Menhub Dudy.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan seluruh moda transportasi siap melayani masyarakat selama libur Nataru 2026/2027.

Sebagai bagian dari persiapan, Kemenhub merencanakan pembentukan Posko Terpadu Angkutan Nataru yang akan beroperasi mulai 18 Desember 2026 hingga 6 Januari 2027. Posko tersebut dijadwalkan berlangsung selama 20 hari.

Keberadaan posko terpadu akan menjadi pusat koordinasi dan pemantauan kondisi transportasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Melalui mekanisme tersebut, perkembangan arus perjalanan dapat dipantau secara terintegrasi, sementara potensi gangguan operasional maupun kepadatan lalu lintas diharapkan dapat diidentifikasi lebih awal.

Dengan berbagai persiapan tersebut, pemerintah berupaya memastikan penyelenggaraan angkutan Nataru 2026/2027 berjalan lancar, aman, dan selamat. Usulan WFA, evaluasi penyelenggaraan tahun sebelumnya, serta penguatan kampanye keselamatan menjadi bagian dari strategi untuk memberikan pelayanan transportasi yang lebih baik kepada masyarakat.

Ads
S

Penulis

Sigit Purnomo

Tim redaksi El John Media yang berfokus pada liputan pariwisata, bisnis, dan gaya hidup Indonesia.