
El John News, Jakrta - Kapal induk atau aircraft carrier Giuseppe Garibaldi mulai melakukan pelayaran dari Italia menuju Indonesia. Kapal tersebut berangkat pada Senin, 24 Agustus 2026, setelah diperoleh Indonesia melalui mekanisme hibah.
Kapal yang nantinya menjadi bagian dari kekuatan TNI Angkatan Laut itu diperkirakan tiba di Indonesia pada akhir September 2026, atau menjelang peringatan HUT ke-81 TNI.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama Tunggul, membenarkan keberangkatan kapal tersebut.
"Saat ini Garibaldi baru saja bertolak dari Italia tanggal 24 Agustus 2026, Garibaldi diharapkan akan tiba Indonesia di akhir September 2026 sebelum HUT TNI ke-81," kata Tunggul saat dihubungi, Rabu (26/8).
Sementara itu, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen Rico Ricardo Sirait, mengatakan perjalanan Giuseppe Garibaldi menuju Indonesia diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga minggu.
Dalam pelayaran tersebut, kapal akan menempuh sejumlah jalur strategis. Giuseppe Garibaldi dijadwalkan melewati Terusan Suez dan Colombo sebelum meneruskan perjalanan menuju Indonesia.
Setelah resmi menjadi bagian dari TNI AL, kapal tersebut juga direncanakan mengalami perubahan nama. Berdasarkan rencana yang sebelumnya disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, Giuseppe Garibaldi akan diberi nama KRI Gajah Mada.
Rico mengatakan proses peresmian dan tahapan selanjutnya terkait kapal tersebut akan disampaikan lebih lanjut.
"Untuk proses dan tahapan peresmiannya nanti akan diinformasikan lebih lanjut," kata Rico.
Sebelum resmi dikirim ke Indonesia, penerimaan kapal induk Giuseppe Garibaldi telah lebih dulu mendapat persetujuan dari Komisi I DPR RI. Persetujuan hibah satu unit kapal induk dari Pemerintah Republik Italia kepada Kementerian Pertahanan RI tersebut diputuskan dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI bersama Menteri Pertahanan, Menteri Keuangan, Panglima TNI, serta para Kepala Staf di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Juli 2026.
Dalam persetujuannya, Komisi I DPR RI turut menyoroti perlunya doktrin operasional yang disiapkan secara matang. Hal ini dinilai penting agar keberadaan kapal induk tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat sistem pertahanan Indonesia.
Selain mendukung kebutuhan pertahanan, kapal hibah dari Italia itu juga diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi TNI dan Kementerian Pertahanan, khususnya dalam pengembangan kemampuan, alih pengetahuan, serta transfer teknologi terkait pengoperasian kapal induk.
Penulis
Tim redaksi El John Media yang berfokus pada liputan pariwisata, bisnis, dan gaya hidup Indonesia.